Gubernur BI Nyatakan Kripto Berpotensi Perkuat Sistem Keuangan Global

0 Comments

Gubernur Bank Indonesia Doni Primanto Joewono menyatakan bahwa cryptocurrency dapat diserap untuk inklusi kantor pajak dan menguntungkan jaringan mata uang global. Namun, sektor ini menjadi penutup mata stabilizer saat bekerja di bawah bingkai penyesuaian.

Pada pertemuan G20 di Bali, Doni berpendapat bahwa industri aset digital akan menjadi ceruk yang jauh lebih aman jika diterapkan aturan yang tepat. Jika tidak, Bitcoin dan altcoin tetap menjadi instrumen keuangan berisiko bagi investor dan dapat merusak lingkungan makroekonomi:

Baca Juga :
Jual Saldo Paypal
Jual Beli Saldo Paypal
Saldo Paypal Terpercaya

Aset Crypto berpotensi untuk mendukung munculnya risiko baru, untuk mendukung stabilitas ekonomi, moneter, dan sistem keuangan,” kata Doni pada pertemuan G20 (12/7/2020 di pertemuan G20.

Meskipun demikian, ia mengungkapkan bahwa aset kripto dapat memberikan satu akses ke produk keuangan yang bermanfaat dan menguntungkan bagi jaringan mata uang Indonesia. Ia mengingatkan, digitalisasi telah mengubah kehidupan masyarakat sejak pandemi COVID-19 melanda dunia dan masyarakat juga perlu mengurangi kontak sosial.

Layanan digital semacam itu akan tetap menjadi tren bahkan setelah berakhirnya bencana kesehatan Corona. Mereka akan mendukung pertumbuhan yang diharapkan dari industri kripto, ”katanya.

Dalam pandangannya, aset kripto telah menginspirasi banyak bank sentral di seluruh dunia untuk mengeksplorasi dan merilis CBDC. Beberapa negara seperti China, Nigeria, Jepang dan banyak lainnya juga telah melakukan beberapa eksperimen selama Indonesia menjadi bagian dari klub tersebut:

Sejumlah bank sentral sedang mengkaji potensi dampak CBDC, termasuk Indonesia,” kata Doni.

Baca juga :
Jasa Pbn Premium
Jasa Pbn Berkualitas
Jasa Pbn

Menurutnya, masyarakat Indonesia bisa mendapatkan keuntungan yang signifikan jika pemerintah memutuskan untuk membuka diri terhadap industri kripto. Karena penduduk setempat menunjukkan antusiasme yang besar untuk kelas aset.

Menurut survei yang dilakukan oleh Gemini, 41% penduduk asli yang disurvei adalah HODLers. Ini menjadikan mereka pemimpin dunia dalam adopsi crypto bersama Brasil.

Meski tidak setinggi di negara lain, tingkat inflasi di Indonesia masih mengkhawatirkan. 64% pemilik crypto lokal mengatakan mereka membeli bitcoin atau altcoin sebagai lindung nilai terhadap inflasi. Sebagian besar HODLer percaya pada potensi prospektif investasi kripto dan mengharapkan harga meningkat di tahun-tahun mendatang.

Perlu dicatat bahwa tingkat adopsi crypto Indonesia jauh lebih tinggi daripada negara-negara seperti AS (20%) dan Inggris (18%). Faktanya, hanya 16% pembicara Amerika dan 15% peserta tertulis setuju bahwa mata uang digital dapat berfungsi sebagai alat investasi di saat krisis ekonomi.


Leave a Reply

Your email address will not be published.